
UM Papua Jalin Kerjasama Lewat Workshop Pengembangan Kurikulum dan Penandatanganan MOU dengan Mitra Pemerintah, NGO, dan Dunia Industri
Jayapura, UM Papua—Universitas Muhammadiyah Papua telah menyelenggarakan acara Workshop Pengembangan Kurikulum dan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara mitra pemerintah, NGO, dan dunia industri, pada hari Kamis-Jumat (24-25/7/2025) di Victory Ballroom Hotel Grand Abe Kota Jayapura.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dengan dunia industri, pemerintahan, serta organisasi non-pemerintah (NGO), terutama dalam pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan riil lapangan.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, dilanjutkan dengan sambutan tunggal dari Rektor Universitas Muhammadiyah Papua yang disampaikan secara daring. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir secara langsung.
“Saya mohon maaf tidak bisa hadir secara personal di ruangan karena tugas saat ini yang cukup banyak, dan karena saya sendiri sekarang sudah berada di Semarang untuk menjalankan tugas,” ucapnya.
Rektor menekankan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk kemajuan kampus.
“Kegiatan ini merupakan momentum penting untuk menjadikan UM Papua sebagai kampus yang lebih baik, dengan capaian-capaian ke depan seperti ‘baik sekali’, ‘unggul’, dan sebagainya. Itu semua harus menjadi bagian dari target yang akan kita capai bersama,” tegasnya.
Rektor juga menyampaikan bahwa kemitraan dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam pengembangan kampus.
“Kami ingin agar penguatan di bidang kerja sama, termasuk kerja sama internasional, menjadi bagian yang tak terelakkan di UM Papua,” ujarnya.
Ia juga menyebut posisi geografis Papua yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini sebagai peluang kerja sama lintas negara.
Terkait penandatanganan MoU, Rektor menegaskan bahwa dokumen ini bukan hanya formalitas.
“Harapannya, MoU ini tidak hanya menjadi dokumen simbolik, tetapi benar-benar menjadi dasar bagi implementasi kerja sama yang lebih kuat ke depan,” katanya. Ia juga berharap MoU dapat dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama yang lebih teknis seperti Letter of Intent.
Sambutan dari rektor ditutup dengan ajakan untuk menyusun kurikulum yang adaptif.
“Kita harus mulai menyusun kurikulum yang bisa diadaptasi sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan saat ini. Masukan dari dunia industri, NGO, dan pemerintah sangat dibutuhkan agar kurikulum yang disusun relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan,” tutup Rektor.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan MoU bersama 10 mitra strategis dari berbagai bidang. Ketua Panitia, Aisyah, menjelaskan bahwa sepuluh mitra tersebut adalah pihak-pihak yang telah mengonfirmasi kesediaannya untuk menjalin kerja sama.
“Kami minta setiap prodi menuliskan 3-5 mitra baru untuk diundang. Dari sekian banyak yang diundang, hanya sepuluh yang konfirmasi bersedia melakukan MoU,” jelasnya.
Aisyah mengakui bahwa proses audiensi belum dilakukan sebelumnya, namun semua mitra menyambut baik undangan kerja sama tersebut.
“Hampir semua mitra yang menghubungi itu menyambut baik kerja sama yang kita lakukan, walaupun belum pernah ada audiensi sebelumnya, tapi akhirnya kemarin audiensi sudah dilakukan walaupun belum mendalam,” terangnya.
Ia juga menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah menjalin kerja sama sebanyak-banyaknya dan menyempurnakan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Guna memberikan masukan dan arahan lebih terkait dengan kurikulum yang berisi CPL, mata kuliah, profil lulusan, dan sebagainya, agar ke depannya sesuai dengan kebutuhan mitra di dunia kerja,” ujarnya.
Workshop pengembangan kurikulum kemudian digelar sebagai sesi inti acara.
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Indah Sulistiani, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilandaskan pada penerapan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang mengacu pada Permendikbud Nomor 53 Tahun 2023.
“Tujuan dari penandatanganan MoU antara UM Papua dengan mitra adalah untuk menjalin sinergi antara dunia pendidikan dengan dunia usaha, industri, pemerintah, dan NGO,” ujar Indah.
Ia menjelaskan bahwa lulusan harus memiliki kemampuan baik dari aspek soft skill maupun hard skill.
“Misalnya, di Program Studi Ilmu Komunikasi, mahasiswa bukan hanya memahami teori, tapi juga memiliki keterampilan praktik seperti membuat berita, siaran, hingga desain pesan komunikasi,” ungkapnya.
Indah menegaskan bahwa kegiatan ini sangat strategis dalam peningkatan mutu akademik.
“Workshop kurikulum itu wajib dilakukan oleh program studi maupun perguruan tinggi. Salah satu indikator sistem penjaminan mutu adalah kurikulum yang menyesuaikan dengan kondisi terkini,” katanya. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini minimal dilakukan setiap empat tahun untuk menyesuaikan dengan dinamika yang terjadi di luar kampus.
Terkait implementasi MoU, Indah menyampaikan bahwa kerja sama ini akan mulai dijalankan sesegera mungkin, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
“Kami berharap dengan adanya kemitraan ini lebih membuka ruang kerja sama lain, misalnya mahasiswa membutuhkan tempat magang,” jelasnya.
Proses monitoring terhadap pelaksanaan MoU dilakukan oleh berbagai unit kampus. “Selain bidang akademik, ada juga bagian kerja sama dan penjaminan mutu yang akan memantau. Kita juga memiliki akun dari kementerian yang disebut Laporterma untuk melaporkan implementasi kerja sama secara berkala,” ujarnya.
Indah juga memastikan bahwa masukan dari mitra akan diintegrasikan ke dalam kurikulum masing-masing prodi.
“Masukan dari mitra-mitra eksternal tadi kita tampung dan akan menjadi pertimbangan untuk melakukan penyesuaian kurikulum sesuai dengan kebutuhan mitra,” katanya.
Ia juga menjelaskan bagaimana peran dosen dalam mengintegrasikan hasil workshop ke dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
“RPS itu diturunkan dari sub-CPMK, lalu ke CPMK dan CPL. Nantinya akan ada workshop lanjutan baik di tingkat prodi maupun dosen untuk pembinaan penyusunan kurikulum dan RPS,” terangnya.
Workshop dan Penandatanganan MOU ini dihadiri oleh para mitra-mitra kerjasama tiap prodi, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, kepala Prodi dan dosen-dosen tiap prodi, serta staff/tendik UM Papua .
Penulis: Nurul Husnul/Nurul Handayani
Wawancara: Nurul Handayani/Nurul Husnul
Dokumentasi: UM Papua
Editor: Dewi



