
Mahasiswa KKN UM Papua Yatu Raharja Roadshow Edukasi 5 Pilar Cerdas Pelajar Masa Kini di Dua Sekolah Kabupaten Keerom
Jayapura, UM Papua — Universitas Muhammadiyah Papua (UMP) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko Yatu Raharja melaksanakan Roadshow Edukasi 5 Pilar Cerdas Pelajar Masa Kini di dua Sekolah di Kabupaten Keerom. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Sebagai bagian dari Program Kerja (Proker) bidang Pengabdian Akademik yang berfokus pada pembinaan pelajar.
Kegiatan Pertama di SMA 2 Yapis Arso 10 pada Rabu (19/11/2025) dan kegiatan kedua di MTs Swasta Persiapan Negeri Keerom sehari kemudian, Kamis (20/11/2025).
Pada pembukaan di SMA 2 Yapis Arso 10 para siswa tampak antusias. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah, Sumini, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kontribusi mahasiswa KKN UMP.
“Saya sangat berterima kasih atas inisiatif mahasiswa KKN untuk memberikan sosialisasi di sekolah kami. Terima kasih untuk semuanya,” ujarnya.
Di sekolah ini, pemateri dari lima mahasiswa UM Papua lintas program studi berkolaborasi menyampaikan edukasi yang berkaitan dengan isu pelajar masa kini.
Muhammad Alwi Riski dari prodi Ilmu Komunikasi membuka sesi dengan materi “Anti-Bullying” dan “Komunikasi Sehat”.
“Bullying bukan hanya masalah sekolah, tetapi masalah kemanusiaan. Kita semua bertanggung jawab menciptakan ruang belajar yang aman dan saling menghargai”, jelasnya.
Gergorius Doo mahasiswa prodi Ilmu Komputer membawakan materi “Literasi Digital dan Bahaya Hoaks”, menegaskan pentingnya menyaring informasi.
“Kemampuan menyaring informasi jauh lebih penting daripada sekadar menerimanya. Pelajar harus kritis, waspada, dan bijak setiap kali membuka gawai,” tegasnya.
Adibatul Hani’ah dan Suci Puspita Indah Sari mahasiswi dari Prodi Psikologi menyampaikan materi tentang kesehatan mental pelajar dan pengelolaan emosi, serta bahaya narkoba bagi kesehatan mental.
“Kesehatan mental adalah pondasi masa depan kalian. Kelola stres dengan cara yang sehat dan jangan biarkan tekanan lingkungan membawa kalian pada keputusan yang merugikan,” ujarnya.
Adapun mahasiswi prodi Ilmu Hukum Dian Fuji Lestari membawakan materi kesadaran hukum remaja serta konsekuensi penyalahgunaan narkoba berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009.
“Hukum hadir untuk melindungi kalian, bukan menakut-nakuti. Namun penyalahgunaan narkoba dan pelanggaran digital memiliki konsekuensi nyata yang dapat merusak masa depan,” jelasnya.
Mahasiswa prodi Ilmu Lingkungan menutup sesi dengan materi mengenai kepedulian terhadap sampah dan penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Sifrit Wandik menekankan, “Lingkungan sekolah yang bersih dimulai dari kebiasaan kecil,” tegasnya.
Kegiatan di SMA 2 Yapis Arso 10 ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi.
Kegiatan kedua di laksanakan di MTs Persiapan Negeri Keerom pada Kamis (20/11/2025), dengan antusiasme siswa yang tidak kalah besar.
Dalam sambutan kepala sekolah MTs Swasta Persiapan Negeri Keerom Minarsih, menerima Mahasiswa KKN dengan baik dan berpesan kepada siswa untuk mengikuti kegiatan dengan baik.
“Kami menerima dengan senang hati, adik-adik sekalian dari Universitas Muhammadiyah di Papua. Jelas perjalanan ini juga bisa menjadi amal ibadah dan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk karya adik-adik di masa depan. Selanjutnya pesan saya untuk anak-anak, untuk dapat mengikuti kegiatan sosialisasi ini dengan baik”, ujarnya.
Materi yang disampaikan tetap sama seperti di hari pertama pada SMA 2 Yapis Arso X.
Setiap materi kembali disampaikan oleh perwakilan lima program studi UMP, dan siswa. Fokus utama kegiatan ini tetap pada pencegahan bullying, keamanan digital, kesehatan mental, kesadaran hukum, dan kepedulian lingkungan.
Komitmen UMP dalam penguatan karakter pelajar melalui penyelenggaraan kegiatan di dua sekolah ini, mendukung pembinaan generasi muda Papua. Roadshow tidak hanya memperkaya wawasan siswa, tetapi juga menanamkan nilai akhlak, kecerdasan, dan tanggung jawab sosial sesuai dengan semangat UM Papua.
Penulis dan Peliput: Ayub Seprianto, Risma Handayani
Fotografer: Suci Puspita Indah Sari
Editor: Dewi



