
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Papua Raih Medali Perunggu pada Kejurnas Kickboxing 2025 di Jakarta
Jayapura, UM Papua – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Papua Salah satu mahasiswa terbaik UM Papua, Yohana Sanyi, Prodi Hukum Semester 5, berhasil meraih Medali Perunggu pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kickboxing 2025 yang berlangsung di Jakarta, 28 November hingga 03 Desember 2025. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UM Papua mampu bersaing dan tampil optimal dalam kompetisi tingkat nasional.
Pada wawancara dengan Tim Humas, pelatih sekaligus dosen pendamping dari Prodi Hukum, Ismail Maswatu, yang turut mendampingi Yohana selama masa persiapan hingga pertandingan yang di mulai mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari latihan konsisten dan pengalaman panjang sang atlet.
Dalam keterangannya, di kampus UM Papua, Senin (08/12/2025), pelatih menegaskan bahwa Yohana bukanlah atlet baru. Ia telah mencatat sejarah sebagai atlet pertama dari Provinsi Papua yang meraih medali pada ekshibisi PON Papua, ketika kickboxing masih menjadi eksebisi PON.
“Dia adalah satu-satunya atlet Papua yang pertama kali dapat medali waktu eksibisi PON di Papua untuk kelas 48 kg, Yohana masih menjadi yang terbaik di Tanah Papua. Dia juga sudah sering ikut event nasional, mulai dari di Malang, Brebes, dan selalu membawa pulang hasil,” jelas pelatih.
Ia menambahkan bahwa meski tidak ada strategi khusus, pola latihan yang terstruktur membuat Yohana mampu mempertahankan performanya.
“Strateginya tidak ada yang spesifik. Kami hanya memantapkan pola latihan yang sudah ada. Dalam olahraga ada masa persiapan umum, persiapan khusus, prakompetisi, dan kompetisi. Selama ini, Yohana masih yang terbaik di kelas 48 kg untuk Tanah Papua, jadi dialah yang kami bawa ke Kejurnas.”
Pelatih juga menyampaikan rasa syukur atas dukungan Universitas Muhammadiyah Papua yang turut membantu biaya keberangkatan atlet dan pelatih.
“Alhamdulillah, kali ini kami dibantu kampus. Pernah sebelumnya kami ajukan proposal kejuaraan antar mahasiswa, tapi karena telat, bantuannya tidak sempat digunakan. Uang itu kami simpan, dan kebetulan ada event baru. Alhamdulillah, Pak Rektor membantu untuk satu atlet dan satu pelatih,” ungkapnya.
Dukungan ini dinilai penting karena prestasi non-akademik seperti olahraga juga memberikan kontribusi pada akreditasi kampus serta citra institusi di tingkat nasional.
“Bagi kampus prestasi non-akademik punya poin yang sama dengan prestasi akademik saat akreditasi. Jadi mendukung atlet itu juga bagian dari membangun nama baik kampus,” tambahnya.
Pelatih menjelaskan bahwa perkembangan Yohana terus terlihat dari tahun ke tahun. Pada seleksi internal menuju Kejurnas, Yohana tetap menjadi yang terbaik di kelasnya.
“Setiap saat pasti ada peningkatan. Saat seleksi menuju Kejurnas, dia masih yang terbaik untuk kelas 48 kg di Papua,” kata pelatih.
Pelatih juga berharap semakin banyak mahasiswa Papua yang berani tampil sebagai atlet.
“Anak-anak Papua itu fisiknya sangat kuat karena terbiasa hidup keras sejak kecil. Tinggal diarahkan saja. Saya berharap ada mahasiswa yang bisa menjadi leader dan memulai terobosan baru agar makin banyak atlet muncul dari kampus.”
Sementara itu, di hari yang sama, Senin (8/12) di kampus, Yohana membagikan cerita mengenai perjalanan dan persiapannya menuju Kejurnas Kickboxing 2025.
Menurut Yohana, tantangan terberat selama kejuaraan bukan berasal dari lawan, tetapi dari dirinya sendiri.
“Tantangan terbesar sepertinya tidak ada, hanya melawan diri sendiri saja,” ujarnya.
Yohana juga mengakui bahwa prestasinya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.
“Yang paling berperan itu orang tua, pelatih, dan teman-teman. Mereka semua sangat mendukung,” katanya.
Yohana menuturkan bahwa persiapan Kejurnas telah dilakukan TC terpusat selama 3 bulan, dengan latihan rutin di GOR Waringin Kotaraja.
“Kami latihan selama tiga bulan untuk persiapan.” kata Yohana.
Bagi Yohana, Kejurnas ini memiliki arti penting karena merupakan ajang resmi yang diselenggarakan oleh organisasi kickboxing nasional.
“Kejuaraan itu penting karena resmi dibuka oleh pihak kickboxing. Kalau event resminya langsung dari kickboxing, itu sangat berarti.”
Yohana sangat bersyukur bisa membawa pulang medali dan mengharumkan nama Papua serta Universitanya.
“Saya sangat senang dan bersyukur bisa menyumbangkan medali untuk Papua. Harapan saya, semoga ke depan bisa menambah atlet kickboxing wanita, karena jumlahnya masih sedikit.”
Peliput : Lala, Diana
Penulis : Nia
Fotografer: Elsa



