
Universitas Muhammadiyah Papua Menggelar Kegiatan Baitul Arqom bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan
Jayapura, UM Papua– Universitas Muhammadiyah (UM) Papua menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqom bagi dosen dan tenaga pendidik, Selasa (2/9/2025) di Rusunawa UM Papua, Holltekamp. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 2–4 September 2025, sebagai bagian dari proses pengkaderan dan penguatan ideologi Persyarikatan Muhammadiyah di lingkungan perguruan tinggi.
Rektor UM Papua, Dr. Rustamadji, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Baitul Arqom merupakan amal usaha Muhammadiyah yang strategis.
“Hari ini kita menghadiri satu amal usaha Muhammadiyah. Tidak banyak orang tahu bahwa pengajian juga termasuk amal usaha Muhammadiyah. Selama ini orang mengira amal usaha itu hanya sekolah atau koperasi. Padahal, pengajian seperti ini justru merupakan roh dari Muhammadiyah. Bayangkan, kalau ada manusia tanpa roh, sama saja mati,” tegasnya.
Ia menuturkan bahwa kegiatan pengajian dan Baitul Arqom justru menjadi pondasi bagi pengelola amal usaha Muhammadiyah. Menurutnya, kegiatan nonfisik seperti inilah yang menjaga ruh Persyarikatan.
Rustamadji juga mengingatkan pentingnya membangun semangat memberi.
“Kalau kita berpikir bagaimana memberi, syarat utamanya kita harus punya apa yang akan diberikan. Artinya kita harus punya modal semangat dan kebahagiaan. Tidak ada karya besar lahir dari orang yang penyakitan. Semua harus dimulai dengan semangat dan bahagia,” jelasnya.
Secara tidak langsung, Ia menekankan bahwa mindset dosen dan tendik UM Papua harus berubah. Ia menegaskan, jangan terjebak pada persoalan kecil seperti mahalnya harga tiket, melainkan harus fokus pada tujuan besar.
“Kalau kita hanya memikirkan harga tiket, energi kita habis. Fokuslah pada gol yang ingin dicapai, nanti rezeki akan datang dengan sendirinya,” pesannya.
Perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa Baitul Arqom di UM Papua harus dijadikan sebagai sarana untuk mempererat persaudaraan dan kerja sama.
“Kami memohon kepada Bapak-Ibu sekalian agar menjadikan proses Baitul Arqom di awal kepemimpinan Pak Rustamadji ini sebagai bagian dari konsolidasi, silaturahmi, dan perekat kerja sama seluruh elemen,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa penguatan kader tidak boleh berhenti hanya dalam satu forum.
“Hari ini adalah awal, tapi setelah ini penguatan-penguatan lain harus terus berjalan, baik dalam bentuk pengajian rutin maupun kegiatan persyarikatan lainnya,” katanya.
Dalam pernyataan secara langsung, ia menegaskan bahwa suasana kerja di UM Papua harus dibangun dengan nuansa yang positif. Menurutnya, pekerjaan akan menyenangkan jika dijalani dengan hati yang tenang, sehingga energi positif bisa tumbuh.
Ia juga menambahkan,
“Kalau pekerjaan kita dijalankan dengan suasana nyaman, tanpa dihantui rasa khawatir, hasilnya pasti baik. Mari kita mulai kepemimpinan Pak Rustamadji ini dengan bersatu padu dan berlari kencang agar tidak tertinggal.”
Sementara itu, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., dari MPKSDI PP Muhammadiyah menegaskan bahwa keberlangsungan Muhammadiyah selama lebih dari satu abad bukan hanya karena amal usaha fisik, tetapi karena kekuatan ideologi yang melekat.
“Kegiatan Baitul Arqom adalah amal usaha nonfisik yang membangun karakter kita sebagai warga Persyarikatan. Inilah jantung Muhammadiyah, aspek ideologis yang menjadi landasan aktivitas kita, termasuk di kampus Universitas Muhammadiyah Papua,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sejak periode sebelumnya, MPKSDI bersama Majelis Diktilitbang telah menyusun pedoman perkaderan khusus untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
“Kebersamaan kita dimulai sejak periode lalu dengan menyusun pedoman perkaderan PTMA. Karena itu, Baitul Arqom hari ini adalah bagian nyata dari konsolidasi ideologis itu,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Mutohharun mengingatkan bahwa kegiatan perkaderan harus selalu menghadirkan suasana yang menggembirakan agar semangat peserta tetap terjaga. Ia menegaskan bahwa penguatan ideologi tidak boleh kaku, tetapi harus dirangkai dengan kebahagiaan dan kebersamaan.
“InsyaAllah, tiga hari ke depan kita akan bersama-sama dalam suasana menggembirakan, saling menguatkan, dan merekatkan. Jangan lupa, kegiatan perkaderan itu harus menyenangkan,” pungkasnya.
Dalam kegiatan ini dilakukan serah terima peserta Baitul Arqom. Rektor UM Papua secara simbolis menyerahkan 41 peserta yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan kepada MPKSDI PP Muhammadiyah.
Penyerahan tersebut diterima langsung oleh Dr. Muhammad Ali dari MPKSDI PP Muhammadiyah.
Penulis: Husnul, Nurul
Liputan: Husnul, Nurul
Editor: Dewi



