
Kegiatan PkM UM Papua Hadirkan Edukasi Ecobrick untuk Generasi Peduli Lingkungan
Jayapura, UM Papua– Universitas Muhammadiyah Papua melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama dosen dan mahasiswa pada Rabu (3/12/25), bertempat di SMA Negeri 6 Skouw. Kegiatan ini mengusung tema “Komunikasi Lingkungan Interaktif melalui Pelatihan Ecobrick untuk Membangun Generasi Sekolah Peduli Sampah.”
Ecobrick merupakan cara mengolah sampah plastik bekas dengan menggunakan botol plastik bekas yang diisi dengan beragam sampah plastik hingga penuh dan botol plastik tersebut menjadi padat dengan sampah plastik.
Acara dibuka dengan sambutan dari Sulasih, guru SMA Negeri 6 Skouw, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang pembuatan Ecobrick oleh dosen UM Papua, Midah Nurhidayah.
Setelah kegiatan selesai, melalui wawancara bersama mahasiswa UM Papua, Sulasih menyampaikan harapannya agar program Ecobrick tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan, tetapi berkelanjutan.
“Semoga program ini tidak berhenti sampai di sini saja. Semoga ada tindak lanjut kembali untuk mengontrol kegiatan yang tadi sudah disampaikan, yang sangat bagus tentang ecobrick,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat memotivasi siswa-siswi untuk mengelola sampah plastik menjadi berbagai kerajinan yang bermanfaat.
“Semoga juga anak-anak dapat termotivasi untuk mengelola sampah plastik ini menjadi Ecobrick yang nantinya bisa dimanfaatkan seperti yang tadi sudah dijelaskan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sulasih menyampaikan bahwa sekolah terbuka apabila Universitas Muhammadiyah Papua ingin kembali mengadakan kegiatan serupa guna meningkatkan motivasi siswa dalam pengelolaan sampah plastik.
Di sisi lain, para siswa pun memberikan kesan positif terhadap kegiatan tersebut karena mereka dapat belajar sekaligus turut menjaga kebersihan lingkungan dengan memanfaatkan sampah plastik.
“Seru, menyenangkan, karena dapat ilmu baru. Gara-gara kegiatan ini juga jadi tahu sampah plastik bisa dijadikan apa saja,” tutur salah satu siswa.
Siswa lainnya berharap kegiatan Ecobrick ini dapat dilaksanakan terus-menerus.
“Kegiatan ini mungkin bisa dilanjutkan dan bukan hanya satu kali saja,” katanya.
Mereka juga berharap suatu saat dapat menghasilkan berbagai karya ecobrick seperti kursi, meja, pot, dan lainnya seperti yang telah dicontohkan selama kegiatan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran lingkungan di sekolah melalui pengelolaan sampah plastik secara kreatif dan berkelanjutan.
Peliput & dokumentasi: Sittin
Penulis: Nurul
Editor: Dewi



