
Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Rektor Baru Universitas Muhammadiyah Papua Periode 2025/2027
Jayapura, UM Papua– Universitas Muhammadiyah Papua secara resmi gelar acara Serah Terima Jabatan Rektor Periode 2025-2027 pada Selasa (2/9/2025). Acara ini berlangsung di Rusunawa UM Papua, Holltekamp, Kota Jayapura.
Rektor sebelumnya, Andy Dwi Bayu Bawono, S.E.,M.Si.,Ph.D. yang telah mengabdi selama delapan bulan, menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Dr. Rustamadji, M.Si., sebagai Rektor penerus untuk masa jabatan 2025-2027.
Dalam sambutannya, Andy Bawono menyampaikan rasa syukur serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membersamai kepemimpinannya selama kurang lebih delapan bulan.
“Bapak Dr. Rustamadji, insyaallah kita nantikan kehadirannya untuk mempercepat akselerasi Universitas Muhammadiyah Papua agar dapat berkembang lebih pesat. Saya sangat berterima kasih karena beliau telah berkenan memimpin UM Papua,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa selama kebersamaan singkat memimpin UM Papua, berbagai tantangan dan peluang besar telah dihadapi bersama civitas akademika. Andy mengungkapkan secara tidak langsung bahwa walau masa kepemimpinannya singkat, sejumlah capaian seperti penerimaan mahasiswa baru, pelaksanaan PKKMB, hingga terjalinnya kemitraan dengan berbagai pihak menjadi modal penting bagi masa depan UM Papua.
Selain itu, Andy juga menyampaikan pesan kepada pemerintah, mitra strategis, serta persyarikatan agar tetap mendukung UM Papua.
“Kami memohon doa dan dukungan agar UM Papua terus tumbuh menjadi pusat pendidikan yang mencerahkan di Tanah Papua. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, semoga langkah kita selalu diridhai Allah SWT,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor Rustamadji memperkenalkan dirinya sebagai putra Jayapura sekaligus Rektor Unimuda Sorong. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan di UM Papua adalah amanah yang harus dijalankan sepenuh hati.
“Saya lahir dan besar di Jayapura. Ketika Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberi amanah ini, jawabannya hanya satu: samina wa atho’na, saya mendengar dan saya taat,” tegasnya.
Rustamadji juga menekankan secara tidak langsung bahwa keberhasilan membangun Unimuda Sorong akan menjadi pengalaman dalam memimpin UM Papua. Ia menyampaikan optimismenya bahwa UM Papua bisa melompat maju dengan dukungan semua pihak.
“Visi itu harus indah agar kita bersemangat mencapainya. Dengan kerja sama yang solid, UM Papua harus mampu bergerak lebih cepat dan berani tampil berbeda,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya membangun semangat kebersamaan dan menghindari sikap saling menyalahkan.
“Tim kami di Unimuda tidak pernah mengeluh, yang kami bahas selalu gagasan untuk kemajuan. Semangat inilah yang akan kami bawa ke UM Papua,” katanya.
Rustamadji menegaskan bahwa UM Papua harus berani berkompetisi dengan perguruan tinggi lain di Papua maupun di tingkat nasional.
Selanjutnya Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua, H. Subhan Hafid Massa, dalam sambutannya menekankan bahwa dinamika yang terjadi dalam proses pergantian rektor harus dimaknai sebagai hikmah. Ia menegaskan bahwa keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah harus diterima dengan tulus dan ikhlas.
“Sebagai insan Islam dan Muhammadiyah, kita wajib menerima dengan lapang dada. Tanpa ketulusan, perjuangan kita bisa menjadi sia-sia. Karena itu gantilah lelah kita dengan lillah,” ucapnya.
Ia juga menyinggung bahwa kembalinya Dr. Rustamadji ke Jayapura adalah kesempatan penting untuk melahirkan keberhasilan baru.
“Keberhasilan di Sorong tidak boleh hanya berhenti di sana. Kini saatnya UM Papua mencatat sejarah keberhasilan dari tanah ini,” tuturnya.
Subhan menambahkan secara tidak langsung bahwa Muhammadiyah harus tetap bersinar dari ujung timur hingga barat, dan Jayapura sebagai ujung timur utara harus ikut menyinarkan cahaya tersebut.
Di akhir sambutannya, Subhan menegaskan penerimaan penuh atas keputusan Pimpinan Pusat.
“Kami menyambut baik dan dengan keikhlasan menerima Pak Dr. Rustamadji beserta tim untuk sama-sama membangun umat dan Muhammadiyah di Papua. Muhammadiyah harus lengkap sinarnya, dan itu harus bersinar juga dari Jayapura,” tegasnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah XIV, Dr. Suriel Samuel Mofu, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya terhadap kontribusi perguruan tinggi Muhammadiyah di Papua. Ia mengingatkan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan suci yang harus dijalankan dengan tulus dan ikhlas.
“Kunci Muhammadiyah ada dua: tulus dan ikhlas. Dengan itu, integritas akan terjaga. Tanpa keduanya, kita salah masuk ke gerakan ini,” tegasnya.
Dr. Suriel juga mengapresiasi kiprah Dr. Rustamadji yang dinilainya selalu menghadirkan inovasi baru.
“Sejak saya mengenal beliau di 2017, setiap datang yang ditunjukkan selalu hal baru, bukan yang basi. Itu pemimpin yang punya visi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dalam dua tahun masa jabatan, UM Papua harus menunjukkan perubahan nyata.
“Ingat, hari ini bukan lagi time is money, tapi money is time. Pertanyaannya: apa yang bisa kita belanjakan dari waktu yang singkat ini untuk membawa UM Papua lebih maju?” katanya penuh penekanan.
Di akhir sambutannya, Suriel memberikan lima pesan utama: menjaga ketenangan kampus, menyampaikan pendapat secara santun, mengisi ruang diskusi dengan narasi persatuan, mendampingi kepemimpinan baru dengan bijak, serta menjadikan kampus sebagai taman kebijaksanaan.
“Mari kita jadikan UM Papua sebagai ruang yang teduh, tempat akal sehat dan nurani dipertemukan. Semoga dengan langkah ini, kampus kita tetap tegak dalam penyertaan Tuhan. Shalom,” tutupnya.
Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, M.M., hadir mewakili Wali Kota Jayapura yang berhalangan karena tugas lain. Ia menyampaikan bahwa pemerintah kota mendukung penuh keberadaan UM Papua sebagai mitra strategis pembangunan SDM di tanah Papua.
“Saya mohon maaf karena Bapak Wali Kota tidak bisa hadir. Tugas saya hari ini menyampaikan sambutan beliau, dan izinkan saya menyampaikan poin penting bahwa di Muhammadiyah, kebenaran harus diajarkan dengan tegas. Itulah yang membedakan akademisi dengan politisi,” ujarnya.
Rustan menekankan pentingnya integritas di dunia birokrasi maupun akademisi. Menurutnya, birokrasi tidak boleh salah dalam laporan pertanggungjawaban, sedangkan akademisi tidak boleh berbohong dalam menyampaikan ilmu.
“Kalau birokrasi salah dalam laporan keuangan, dampaknya fatal. Demikian juga akademisi, kalau salah mengajarkan ilmu, akibatnya berbahaya bagi masa depan. Maka integritas adalah kunci,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Rustan juga menyampaikan apresiasi dan harapan kepada rektor baru. Ia mengatakan bahwa pemerintah kota bangga atas pengabdian Dr. Rustamadji di UM Papua.
“Saya ucapkan selamat sekaligus terima kasih kepada Pak Rektor yang baru. Kehadiran beliau dengan semangat yang besar diharapkan mampu membawa UM Papua lebih maju dan melahirkan SDM yang unggul, jujur, dan berkarakter,” katanya.
Lebih lanjut, Rustan mengajak UM Papua untuk bersinergi dengan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa Pemkot siap mendukung melalui kebijakan maupun kerja sama dalam bentuk beasiswa.
“Mari kita gandeng tangan, berkolaborasi. Pemerintah punya kewenangan, dan kami siap bekerjasama. Banyak alumni SMA dan SMK kami bisa diarahkan melanjutkan studi di UM Papua. Bahkan, kami bisa buat MoU agar lebih banyak anak Papua mendapatkan akses pendidikan di sini,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Rustan menyampaikan pengalaman pribadinya bahwa anak-anaknya juga menempuh pendidikan di sekolah Muhammadiyah.
“Ini bukti bahwa saya percaya penuh pada Muhammadiyah. Semoga UM Papua di bawah kepemimpinan baru terus memberi manfaat besar bagi masyarakat dan bangsa,” tutupnya.
Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Ahmad Jainuri, M.A., Ph.D, dalam amanatnya memberikan penghargaan atas pengabdian Rektor lama sekaligus dukungan penuh kepada Rektor baru. Disampaikan bahwa keduanya telah melaksanakan amanah persyarikatan dengan baik.
“Bapak Andy telah mengabdi selama delapan bulan dengan membawa perubahan positif. Kini amanah itu dilanjutkan oleh Bapak Rustamdji, dan kami yakin PP Muhammadiyah tidak salah memilih beliau sebagai Rektor UM Papua,” tegasnya.
Ia juga menyebut Rustamdji sebagai sosok visioner yang terbukti sukses memimpin Unimuda Sorong.
“Pengalaman beliau menunjukkan kapasitas dan komitmen yang kuat. Apa yang beliau sampaikan selalu kami evaluasi, dan terbukti sesuai dengan arah pengembangan perguruan tinggi Muhammadiyah,” ungkapnya.
Dalam amanat tersebut, Prof. Ahmad Jainuri, juga menegaskan pentingnya pendampingan antarperguruan tinggi Muhammadiyah sebagai strategi menghadapi tantangan regulasi pemerintah.
“Saat ini dari 186 perguruan tinggi Muhammadiyah, jumlahnya menyusut menjadi 162 karena adanya penggabungan. Maka, pendampingan sangat penting. Universitas Muhammadiyah Papua akan didampingi langsung oleh Unimuda Sorong, sebagaimana pola yang juga berjalan di daerah lain,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa Muhammadiyah tidak hanya fokus pada kuantitas, melainkan pada kualitas, riset, dan inovasi.
“Orientasi pendidikan tinggi sekarang adalah kualitas, bukan sekadar jumlah lulusan. Karena itu, peningkatan SDM, riset, dan inovasi harus menjadi prioritas. Muhammadiyah akan terus mendukung UM Papua dalam hal ini,” tambahnya.
Amanat juga menyinggung prinsip dasar Muhammadiyah yang selalu menekankan pada kepercayaan, pelayanan, dan amal. Hal itu diwujudkan tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga dalam praktik toleransi.
“Kami tidak banyak menyuarakan toleransi, tetapi melaksanakannya. Kita saling memahami keyakinan masing-masing, namun dalam kemanusiaan kita selalu berhubungan. Inilah yang menjadi kekuatan Muhammadiyah dalam membangun bangsa,” tuturnya.
Di akhir amanatnya, ia menyampaikan pesan agar seluruh civitas akademika UM Papua menjaga komitmen pengabdian.
“UM Papua harus menjadi cahaya pencerah di tanah Papua. Perjalanan ini mungkin penuh tantangan, tetapi insyaAllah akan selalu ada hikmah yang melapangkan jalan kita,” pungkasnya.
Penulis: Husnul/Nurul
Liputan: Husnul/Nurul
Editor: Dewi



